10 Artefak Emas yang Enigmatik

Umat ​​manusia sangat membutuhkan emas. Kelangkaannya membuatnya sangat berharga, dan kilau abadi melambangkan kekuatan dan keabadian Matahari. Catatan arkeologi dipenuhi benda-benda emas yang tetap bersinar selama berabad-abad. Mengingat nilai logam mulia ini, artefak ini hampir selalu lebih dari sekadar seni; itu adalah pernyataan kekuatan, keyakinan, atau identitas budaya. Banyak yang masih menjadi misteri bagi para sarjana modern.

10. Tablet Kutukan Emas

Tablet kutukan, atau tabella defixionis , umum dijumpai di Roma kuno. Prasasti pada logam ini dimanfaatkan untuk membalas dendam. Pada Agustus 2016, para arkeolog menemukan tablet kutukan emas di Serbia timur. Sementara beberapa ditulis dalam bahasa Yunani, yang lain ditulis dalam bahasa yang tidak dikenal dengan simbol yang tidak dapat diuraikan. Beberapa tablet adalah doa setan. Para ahli percaya bahwa simbol unik ada di antara pengguna dan iblis.

Tertanggal abad keempat M, tablet ini mencerminkan Kekaisaran Romawi yang terus berubah. Mereka merujuk pada dewa-dewa Kristen dan pagan, yang menunjukkan transisi kepercayaan yang lambat. Tablet kutukan timah telah ditemukan sebelumnya, tetapi versi emas ini unik. Ada larangan Romawi kuno yang melarang penguburan emas dengan orang mati.

9. Lonceng Emas Agung Dhammazei

Tempat peristirahatan Lonceng Dhammazei tetap menjadi salah satu misteri paling abadi di Myanmar. Dibuat pada abad ke-15, lonceng itu terbuat dari paduan emas, perak, dan tembaga dengan berat 300 ton. Itu pernah berdiri di samping Pagoda Shwedagon. Pada 1608, seorang tentara bayaran Portugis bernama Felipe de Brito merebut bel dan menyeretnya ke Sungai Bago. Ketika dia mencoba untuk mengirimkan hadiahnya, belnya berbunyi.

Lokasinya tetap menjadi misteri. Tim internasional dengan teknologi terkini telah hadir. Air keruh tidak memudahkan pencarian. Sungai Bago juga telah berubah arah selama 400 tahun terakhir, jadi kemungkinan pihak pencari berada di area yang tepat. Yang lain bahkan tidak yakin bel itu ada. Tiga teks sejarah sentral yang ditulis 200 tahun setelah pembangunannya gagal menyebutkan pembuat musik misterius itu.

8. Roh Emas Para Penyembah Matahari

Pada 2015, 2.000 spiral emas ditemukan di Zealand, Denmark. Berasal antara 900 dan 700 SM, ukurannya kira-kira 3 sentimeter (1,2 inci) dan terdiri dari benang emas murni. Para arkeolog percaya bahwa itu adalah bagian dari pakaian seremonial yang dikenakan oleh para penyembah Matahari Zaman Perunggu di kawasan itu. Mereka mungkin telah disulam pada pakaian ritual, ditenun menjadi rambut, atau dikenakan sebagai hiasan kepala. Pemujaan matahari adalah salah satu bentuk utama dari spiritualitas Zaman Perunggu. Mengingat kecemerlangan dan kilau abadi, emas secara ajaib.

Situs ini memiliki salah satu konsentrasi emas tertinggi di Eropa Utara. Beberapa bros emas ditemukan selama penggalian yang sama. Sebelumnya, empat gelang emas berhasil digali. Pada abad ke-19, petani lokal menggali enam mangkuk emas di ladang terdekat. Para ahli berteori bahwa konsentrasi logam mulia ini menunjukkan bahwa daerah tersebut sangat penting bagi penduduk Zaman Perunggu.

7. Badak Emas Mapungubwe

Badak Emas Mapungubwe adalah salah satu artefak terpenting yang ditemukan di Afrika Selatan. Ini terdiri dari lembaran tipis kertas emas yang dipalu di atas bingkai kayu berukir halus. Bersama badak, perhiasan emas, manik-manik, dan figur hewan lainnya seberat 9 kilogram (20 lb) telah ditemukan.

Mapungubwe adalah kerajaan terbesar di sub-Sahara Afrika abad ke-13. Itu terletak di sepanjang perbatasan Botswana di Afrika Selatan. Negara canggih ini memiliki rute perdagangan yang luas yang membentang ke Mesir dan Asia.

Selama beberapa dekade, badak emas dianggap memiliki kepentingan politik. Ketika patung itu ditemukan pada tahun 1932, orang kulit putih Afrika Selatan menolak untuk mengakui bahwa orang Afrika kulit hitam yang menciptakan badak tersebut. Keahliannya merupakan ancaman bagi ideologi apartheid yang menjadi dasar negara. Kini, para ahli sepakat bahwa Badak Mapungubwe berada pada masa prakolonial.

6. Cincin Emas Prajurit Griffin

Pada 2015, para arkeolog menemukan kuburan seorang pejuang di Yunani Barat Daya. Ditanggal 1500 SM, makam itu berisi seorang pria berusia 30 tahun yang dijuluki "Prajurit Griffin." Makam itu dipenuhi dengan artefak yang tak bernoda, termasuk empat cincin emas misterius. Cincin-cincin tersebut terdiri dari beberapa lembar emas dan mengandung citra rumit dari mitologi Minoa. Para ahli percaya cincin ini dibuat di Kreta dan digunakan sebagai.

Peradaban Minoan di Kreta menghilang secara misterius pada 1200 SM. Teori yang berlaku adalah bahwa orang Yunani Mycenaean menaklukkan Minoa dan menyerap budaya mereka. Namun, beberapa menyarankan bahwa cincin tersebut mencerminkan interaksi budaya dan pertukaran ide. Objek Minoa bahkan mungkin memiliki penghormatan khusus sebagai simbol kekuatan politik, karena budaya Minoan merambah daratan saat ini. Gaya estetika dan bangunan mereka telah memengaruhi orang Mycenaean. Yang lain percaya cincin itu adalah penjarahan.

5. Gaya Scythian yang Tidak Diencerkan

Pada tahun 1998, para arkeolog menemukan simpanan emas misterius di dekat Kyzyl, ibu kota Tuva di Siberia Selatan. Di makam pria dan wanita abad keenam SM, mereka menemukan 5.000 keping emas, dengan berat total 20 kilogram (44 lb). Potongan dekoratif ini termasuk anting-anting, liontin, dan manik-manik. Banyak yang merupakan figur binatang atau menggambarkan gambar binatang. Macan kumbang, singa, unta, dan rusa mewakili hewan yang pernah mengembara di Siberia.

Potongan-potongan ini mewakili gaya tradisional Scythian dari Pegunungan Altai. Teknik-teknik ini akhirnya menyebar ke wilayah Laut Hitam dan digabungkan dengan gaya Yunani. Banyak keping emas Skit yang berasal dari setelah kontak dengan Mediterania telah ditemukan. Namun, penemuan baru-baru ini unik karena mencerminkan gaya Scythian murni, yang dimiliki para arkeolog.

4. Mahkota Emas Dewi Cinta

Seorang pria tua Inggris membuat penemuan mengejutkan di bawah tempat tidurnya. Di dalam kotak karton warisan kakeknya, dia menemukan mahkota Yunani berusia 2.300 tahun yang terbuat dari emas murni. Para ahli menetapkannya sebagai mahkota karangan bunga myrtle otentik dan bertanggal 300 SM. Mahkota berukuran 20 cm (8 inci) dan beratnya kira-kira 100 gram (3,5 oz). Elemen gaya menunjukkan seorang ahli emas di Yunani Utara yang memalsukannya. Kotoran yang tertanam dalam di mahkota menunjukkan hal itu.

Orang Yunani kuno menggunakan mahkota karangan bunga untuk festival keagamaan dan kompetisi atletik. Karangan bunga Myrtle secara khusus dikaitkan dengan Aphrodite. Kemuning adalah sakral bagi dewi, dan mahkota yang tersusun darinya merupakan pengingat nyata akan kekuatan cinta. Tidak ada yang tahu di mana kakek penemunya mengambil mahkota tersebut. Dia melakukan perjalanan secara ekstensif pada tahun 1940-an dan 1950-an dan sangat tertarik pada tanah air Makedonia yang dipimpin oleh Alexander Agung.

3. Emas Tua

Para arkeolog baru-baru ini menemukan emas olahan tertua di dunia di Bulgaria. Berasal dari 4500 SM, manik emas 3 milimeter ditemukan di Situs Tell Yunat. Penemuan ini 200 tahun lebih tua dari emas tertua yang diketahui sebelumnya, yang juga ditemukan di Bulgaria di Varna. Para ahli percaya Tell Yunatsite mungkin salah satu situs perkotaan tertua di Eropa. Sebuah tembok setinggi 2,7 meter (9 kaki) mengelilingi pemukiman Balkan Zaman Perunggu, menunjukkan bahwa mereka harus melindungi.

Para arkeolog percaya bahwa penduduk situs Tell Yunat telah bermigrasi keluar dari Anatolia hanya beberapa abad sebelumnya. Bagaimana mereka mengembangkan metalurgi maju tetap menjadi misteri. Para peneliti sekarang percaya bahwa penduduknya adalah bagian dari jaringan perdagangan yang luas dan mungkin telah mempraktikkan pengerjaan logam industri untuk pertama kalinya dalam sejarah. Simbol misterius yang ditemukan pada tablet nazar dari Gradeshnitsa terdekat dapat membuktikan bahwa mereka juga mengembangkan salah satu skrip tertulis paling awal yang diketahui.

2. Pedang Berulir Emas

Saat menggali lapangan sepak bola baru, pekerja Skotlandia menemukan harta karun artefak Zaman Perunggu. Di antaranya, mereka menemukan pedang misterius dengan a. Dipercaya berusia 4.000 tahun, pedang itu sangat halus sehingga peneliti tidak dapat melepaskannya dari tanah. Tujuan mereka adalah mengangkat seluruh blok tanah di sekitarnya dan memindahkannya ke lingkungan laboratorium. Mengingat sifatnya yang halus, temuan itu mungkin berupa ujung tombak atau pedang yang patah.

Skotlandia dipenuhi dengan situs Zaman Perunggu. Para peneliti baru-baru ini dapat menciptakan kembali kemiripan seorang wanita Skotlandia, "Ava," yang meninggal 3.700 tahun yang lalu. Ternyata penduduk Zaman Perunggu di Dataran Tinggi Skotlandia secara fisik tidak dapat dibedakan dari rekan-rekan modern mereka. Pekerjaan di lapangan sepak bola telah dihentikan sampai para arkeolog dapat menyelidiki situs tersebut.

1. Pelat Emas Dewa Angin

Pada 2016, para pekerja di Jawa menemukan sebuah kotak berisi 22 piring emas kecil. Ditanggal hingga abad kedelapan M, lempengan-lempengan itu berisi simbol dan karakter ilahi. Pekerja menemukan sisa-sisa candi , atau candi, di sekitar yang sama.

Plat ditemukan di tumpukan batu di desa Ringilarik. Terbuat dari emas 18 karat dan diukir dengan aksara Jawa kuno. Prasasti tersebut memberikan petunjuk utama tentang dewa angin dari Hinduisme versi Jawa kuno. Sejauh ini, para ahli telah mencatat nama-nama dari tablet tersebut.

Banyak penemuan dibuat di wilayah tersebut pada tahun 2016. Para arkeolog menemukan sisa-sisa candi dan patung lain yang berasal dari periode Hindu Siwa abad kesembilan di Jawa. Badan Konservasi Warisan Jawa Tengah telah menyatakan lokasi di mana tablet emas ditemukan sebagai situs warisan — pencapaian signifikan di negara yang didominasi Muslim itu. [lv]

Jangan lupa Follow untuk mengikuti update terbaru dari REO News yang berisi info unik dan update, contohnya seperti 10 Artefak Emas yang Enigmatik.