Cegah Penularan Penyakit Saat Perubahan Iklim Dengan Intervensi Yang Efektif

Aedes aegypti merupakan vektor utama penyakit yang ditularkan oleh nyamuk seperti demam berdarah. Namun, efek anomali cuaca terkait perubahan iklim pada populasi nyamuk belum dipahami dengan baik. Sebuah studi yang diterbitkan dalam PLOS Neglected Tropical Diseases oleh Cameron Nosrat di Stanford University, Amerika Serikat dan rekannya menunjukkan bahwa intervensi dini dapat mencegah penularan penyakit bahkan saat peristiwa iklim ekstrim dapat meningkatkan kelimpahan Ae. populasi aegypti.

Ilustrasi: Merdeka

Suhu dan curah hujan berdampak signifikan pada Ae. aegypti berlimpah, dan perubahan iklim kemungkinan besar akan meningkatkan frekuensi kejadian iklim ekstrim seperti banjir, kekeringan, gelombang panas dan gelombang dingin. Untuk lebih memahami efek spesifik anomali cuaca pada dinamika penularan penyakit yang ditularkan melalui vektor, peneliti melakukan studi kohort retrospektif untuk menentukan dampak curah hujan dan suhu ekstrim pada kelimpahan nyamuk dan risiko infeksi dengue di Kenya. Dengan menggunakan data iklim yang diturunkan dari satelit, penulis mengklasifikasikan curah hujan dan suhu peristiwa iklim ekstrim sebagai 10% atas atau bawah rata-rata historis. Para peneliti kemudian memantau Aedes aegypti kelimpahan menggunakan metode perangkap dan kasus baru demam berdarah melalui sampel darah yang dikumpulkan dari kohort 7.653 anak.

Musim banjir berkontribusi pada peningkatan Ae. telur aegypti dan kelimpahan dewasa. Namun, kejadian iklim ekstrim dan Ae. kelimpahan aegypti tidak berkorelasi dengan peningkatan jumlah kasus demam berdarah yang dikonfirmasi. Perilaku manusia dapat mengubah hubungan antara kelimpahan nyamuk dan penularan penyakit, dan memengaruhi risiko infeksi. Tindakan pencegahan di lokasi studi mungkin telah berkontribusi pada penurunan penularan demam berdarah. Batasan utama penelitian ini adalah kurangnya data iklim Kenya jangka panjang; Namun, penulis yakin studi mereka secara efektif menguji pengaruh anomali cuaca pada berbagai tahap kehidupan Ae. kelimpahan aegypti.

Ilustrasi: Liputan6

Menurut penulis, "Demam berdarah adalah penyakit yang ditularkan melalui nyamuk yang tumbuh paling cepat di dunia, dan seiring dengan percepatan perubahan iklim, banyak populasi yang rentan akan terus terkena dampak virus ini secara tidak proporsional. Setelah menunjukkan banjir mengakibatkan peningkatan yang signifikan terhadap kelimpahan vektor demam berdarah , kami berharap dapat mendorong intervensi yang dapat ditindaklanjuti untuk membatasi risiko infeksi sehubungan dengan peristiwa iklim ekstrim ini. "

Jangan lupa Follow untuk mengikuti update terbaru dari REO News yang berisi info unik dan update, contohnya seperti Cegah Penularan Penyakit Saat Perubahan Iklim Dengan Intervensi Yang Efektif.